Museum Indonesia di Belanda yang Bersejarah

Museum Indonesia di Belanda merupakan tempat peninggalan pada zaman dahulu bangsa Belanda memang salah satu bangsa yang menjajah Indonesia. Penjajahan ini tidak berupa sumber daya alam saja, namun dengan penjajahan romusha. Banyak benda yang di miliki oleh Indonesia di angkut oleh bangsa Belanda tentunya pada masa penjajahan dulu. Pada dasarnya dari pemerintah Indonesia juga pernah meminta barang-barang milik Indonesia yang berada di Belanda untuk diambilnya, namun hingga sampai sekarang ini tidak di kembalikannya oleh bangsa Belanda. Padahal barang-barang tersebut memiliki nilai sejarah yang sangat luar biasa di Indonesia.

Peninggalan sejarah museum Indonesia di Belanda diantaranya adalah Patung Ken Dedes. Patung Ken Dedes ini adalah patung seorang putri Empu Purwa, yaitu seorang pendeta Budha Mahayana. Pada tahun 1819 pemerintahan dari kolonial Hindia Belanda menemukan patung Ken Dedes di beberapa reruntuhan candi Singosari. Namun dengan ditemukannya patung tersebut pemerintahan Belanda membawanya Patung Ken Dedes yang menjadi kebanggan mereka untuk di bawa ke Kota Leiden yaitu di Belanda. Prasasti Sangsang, prasasti tersebut merupakan salah satu barang berharga yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Namun naasnya prasasti yang dimiliki oleh bangsa Indonesia tidak ada di Indonesia, namun berada di Museum Tropen. Dimana museum tersebut berada di Rotterdam, Kota Leiden yang ada di Belanda.

Patung Ganesha dan Anusapati, ini juga merupakan salah satu barang berharga yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Dimana benda tersebut di ambil di Candi Singasari dan Candi Kidal. Kedua patung tersebut tersimpan di museum yang berada di Belanda, yaitu di Kota Leiden. Keris dan senjata para Live Skor Raja yang ada di Indonesia juga ada di Belanda. Padahal barang tersebut juga merupakan barang yang dikagumi oleh presiden RI pertama yaitu Bung Karno. Naskah Kuno yang di miliki oleh Keraton Surakarta merupakan barang yang ada di Belanda. Banyak bukan museum Indonesia di Belanda, seharusnya barang tersebut harus ada di Indonesia, sebagai barang peninggalan sejarah yang berharga.